Langsung ke konten utama

Postingan

JEJAK GANG DOLLY YANG BANYAK TAK DIKETAHUI Apa yang akan kalian katakan saat mendengar kata “Gang Dolly” Mungkin sudsh tidak asing lagi jika mendengar nama tempat tersebut. yaitu suatu tempat lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Namun tak banyak orang mengerti asal muasal nama “Dolly”. Kali ini saya akan menunjukan sebuah sejarah seperti apa dan bagaimana gang dolly itu lewat berbagai referensi. Gang Dolly ini sudah ada sejak zaman Belanda dan dikelola oleh seorang perempuan keturunan Belanda yang dikenal dengan nama Dolly van der mart. Keturunan dari Dolly sampai sekarang masih ada di Surabaya, meskipun sudah tidak mengelola bisnis. Kawasan Dolly berada di tengah kota, berbaur dengan pemukiman penduduk yang padat, di kawasan Putat, Surabaya. Kompleks lokalisasi Dolly menjadi sumber rezeki bagi banyak pihak. Bukan hanya bagi pekerja seks, tetapi juga pemilik warung, penjaja rokok, tukang parkir, tukang ojek, dan ...
Postingan terbaru

Jendela Sastra #3

Kanvas Baru Senyumnya sehangat matahari dari ufuk timur Bicaranya sangat menenangkan seperti air yang mengalir Lantunan Sholwatnya menyejukkan Qolbu Teruntuk ia.. Yang menjadi warna baru dalam kanvasku, kanvas yang ku perbarui setelah banyak coretan yang abstrak Semoga saja kamu adalah dermaga terakir setelah sekian waktu aku berlabuh Kita akan menjadi teman.. Kau yang tersentak disaat aku menganggap seperti itu Dan pada akhirnya kau tersipu malu karena aku yakin kau akan kujadikan teman hidup Mungkin semesta menyatukan kita untuk saling mengobati luka untuk saat ini aku hanya bisa menulis bait-bait yang akan ku nostalgia suatu saat nanti Di sebuah rumah yang akan terisi segenap kehangatan hati Aku mohon tolong untuk kali ini jangan ada coretan abstrak di kanvas baruku

Jendela sastra #2

Tentang sebuah sajak ini tentang sebuah sajak Sajakku membicarakanmu pada hening sepi Ini tentang sebuah sajak Sajak yang dimana hanya aku dan angin malam yang tau kala itu Selain mengadu kepadaNya dengan cara menyebut namamu Aku hanya bisa menukiskan bagaimana caraku dahulu menghabiskan sisa senja denganmu Sajakku yang tak akan oranng tau awalnya Hingga ku bentuk suatu sair yang bernostalgia denganmu Kau mengatakan aku bodoh? Tidak, ini bukan pembahasan bab berjuang Ini hanya sebuah sajak dimana kala aku belajar merindu dalam dekapku Kau tidak prlu membalas karena itu memang ruutinitasmu Aku selalu merindu dalam sendu entah sampai mana aku bersajak Atau kalimat tentangmu tak akan berakhir hingga surya tersenyum dari ufuk barat Teruntuk kamu dapat salam rindu dari palung hatiku

Jendela sastra #1

    Putih dan Abu-Abu Jauh sudah kiranya aku melangkah  Aku yang dahulu masih diambang kebingunan bagaimana aku suatu saat kelak Tentang zona nyamanku di lautan putih abu-abu Tentang cerita masa remaja di bangku sekolah Tentangnya yang mengusik konsentrasiku Kini saatnya berakir, namun bukan maksudku untuk menutup album putih abu-abu ku.. Hanya saja ku melangkah mencari lembaran yang akan terisi warna setelah putih abu-abu ku Bukan lagi tentang putih abu-abuku  Saat ini terbuka lembaran putih yang akan ku warnai  Namun aku masih bingung warna apa yang ku dahulukan  Atau ku memplagiasi bianglala yang nampak di tengah senja Entahlah aku masih ingin bermetamorfosa Aku tidak tau warna apa yang akan ku goreskan pertama kali di kanvas kehidupanku Atau mungkin ada kuas lain yang mewarnai kanvas putihku. . . Entahlah saat ini aku masih ingin mengarungi lagi samudera yang lebih luas dari lautan putih abu-abuku. . . #SyanurA