Langsung ke konten utama

Jendela Sastra #3

Kanvas Baru

Senyumnya sehangat matahari dari ufuk timur
Bicaranya sangat menenangkan seperti air yang mengalir
Lantunan Sholwatnya menyejukkan Qolbu
Teruntuk ia..
Yang menjadi warna baru dalam kanvasku, kanvas yang ku perbarui setelah banyak coretan yang abstrak
Semoga saja kamu adalah dermaga terakir setelah sekian waktu aku berlabuh
Kita akan menjadi teman..
Kau yang tersentak disaat aku menganggap seperti itu
Dan pada akhirnya kau tersipu malu karena aku yakin kau akan kujadikan teman hidup
Mungkin semesta menyatukan kita untuk saling mengobati luka
untuk saat ini aku hanya bisa menulis bait-bait yang akan ku nostalgia suatu saat nanti
Di sebuah rumah yang akan terisi segenap kehangatan hati
Aku mohon tolong untuk kali ini jangan ada coretan abstrak di kanvas baruku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jendela sastra #1

    Putih dan Abu-Abu Jauh sudah kiranya aku melangkah  Aku yang dahulu masih diambang kebingunan bagaimana aku suatu saat kelak Tentang zona nyamanku di lautan putih abu-abu Tentang cerita masa remaja di bangku sekolah Tentangnya yang mengusik konsentrasiku Kini saatnya berakir, namun bukan maksudku untuk menutup album putih abu-abu ku.. Hanya saja ku melangkah mencari lembaran yang akan terisi warna setelah putih abu-abu ku Bukan lagi tentang putih abu-abuku  Saat ini terbuka lembaran putih yang akan ku warnai  Namun aku masih bingung warna apa yang ku dahulukan  Atau ku memplagiasi bianglala yang nampak di tengah senja Entahlah aku masih ingin bermetamorfosa Aku tidak tau warna apa yang akan ku goreskan pertama kali di kanvas kehidupanku Atau mungkin ada kuas lain yang mewarnai kanvas putihku. . . Entahlah saat ini aku masih ingin mengarungi lagi samudera yang lebih luas dari lautan putih abu-abuku. . . #SyanurA