Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Jendela sastra #2

Tentang sebuah sajak ini tentang sebuah sajak Sajakku membicarakanmu pada hening sepi Ini tentang sebuah sajak Sajak yang dimana hanya aku dan angin malam yang tau kala itu Selain mengadu kepadaNya dengan cara menyebut namamu Aku hanya bisa menukiskan bagaimana caraku dahulu menghabiskan sisa senja denganmu Sajakku yang tak akan oranng tau awalnya Hingga ku bentuk suatu sair yang bernostalgia denganmu Kau mengatakan aku bodoh? Tidak, ini bukan pembahasan bab berjuang Ini hanya sebuah sajak dimana kala aku belajar merindu dalam dekapku Kau tidak prlu membalas karena itu memang ruutinitasmu Aku selalu merindu dalam sendu entah sampai mana aku bersajak Atau kalimat tentangmu tak akan berakhir hingga surya tersenyum dari ufuk barat Teruntuk kamu dapat salam rindu dari palung hatiku

Jendela sastra #1

    Putih dan Abu-Abu Jauh sudah kiranya aku melangkah  Aku yang dahulu masih diambang kebingunan bagaimana aku suatu saat kelak Tentang zona nyamanku di lautan putih abu-abu Tentang cerita masa remaja di bangku sekolah Tentangnya yang mengusik konsentrasiku Kini saatnya berakir, namun bukan maksudku untuk menutup album putih abu-abu ku.. Hanya saja ku melangkah mencari lembaran yang akan terisi warna setelah putih abu-abu ku Bukan lagi tentang putih abu-abuku  Saat ini terbuka lembaran putih yang akan ku warnai  Namun aku masih bingung warna apa yang ku dahulukan  Atau ku memplagiasi bianglala yang nampak di tengah senja Entahlah aku masih ingin bermetamorfosa Aku tidak tau warna apa yang akan ku goreskan pertama kali di kanvas kehidupanku Atau mungkin ada kuas lain yang mewarnai kanvas putihku. . . Entahlah saat ini aku masih ingin mengarungi lagi samudera yang lebih luas dari lautan putih abu-abuku. . . #SyanurA