Langsung ke konten utama

Jendela sastra #2

Tentang sebuah sajak
ini tentang sebuah sajak
Sajakku membicarakanmu pada hening sepi
Ini tentang sebuah sajak
Sajak yang dimana hanya aku dan angin malam yang tau kala itu
Selain mengadu kepadaNya dengan cara menyebut namamu
Aku hanya bisa menukiskan bagaimana caraku dahulu menghabiskan sisa senja denganmu
Sajakku yang tak akan oranng tau awalnya
Hingga ku bentuk suatu sair yang bernostalgia denganmu
Kau mengatakan aku bodoh?
Tidak, ini bukan pembahasan bab berjuang
Ini hanya sebuah sajak dimana kala aku belajar merindu dalam dekapku
Kau tidak prlu membalas karena itu memang ruutinitasmu
Aku selalu merindu dalam sendu
entah sampai mana aku bersajak
Atau kalimat tentangmu tak akan berakhir hingga surya tersenyum dari ufuk barat
Teruntuk kamu dapat salam rindu dari palung hatiku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jendela sastra #1

    Putih dan Abu-Abu Jauh sudah kiranya aku melangkah  Aku yang dahulu masih diambang kebingunan bagaimana aku suatu saat kelak Tentang zona nyamanku di lautan putih abu-abu Tentang cerita masa remaja di bangku sekolah Tentangnya yang mengusik konsentrasiku Kini saatnya berakir, namun bukan maksudku untuk menutup album putih abu-abu ku.. Hanya saja ku melangkah mencari lembaran yang akan terisi warna setelah putih abu-abu ku Bukan lagi tentang putih abu-abuku  Saat ini terbuka lembaran putih yang akan ku warnai  Namun aku masih bingung warna apa yang ku dahulukan  Atau ku memplagiasi bianglala yang nampak di tengah senja Entahlah aku masih ingin bermetamorfosa Aku tidak tau warna apa yang akan ku goreskan pertama kali di kanvas kehidupanku Atau mungkin ada kuas lain yang mewarnai kanvas putihku. . . Entahlah saat ini aku masih ingin mengarungi lagi samudera yang lebih luas dari lautan putih abu-abuku. . . #SyanurA